“Meskipun kegiatan latihan menembak dilaksanakan dalam kondisi puasa di bulan suci Ramadhan, akan tetapi dalam latihan ini harus tetap serius dan penuh dengan tanggung jawab, agar tercapai target latihan seperti yang diharapkan. Kemampuan prajurit harus selalu diasah dan dilatih terus menerus, karena dengan adanya latihan yang rutin akan mendapatkan hasil yang optimal, termasuk kegiatan latihan menembak adalah wajib hukumnya bagi seluruh Prajurit,” ungkapnya.
“Apabila ada kekurangan dalam hal menembak, maka harus berusaha untuk meminimalisir kekurangan tersebut dengan meningkatkan atau memaksimalkan kegiatan latihan menembak. Apabila kita mampu melaksanakan hal itu maka yakinlah bahwa seluruh Prajurit akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” pungkasnya.
Diharapkan dengan latihan menembak tersebut, militansi dan kedisiplinan Prajurit Yonif 407/PK akan terbentuk dan terbina. Hal tersebut dapat terlihat dari pelaksanaan latihan menembak yang berjalan dengan tertib dan lancar. Seluruh Prajurit mampu mentaati seluruh prosedur yang ada dan semua komponen latihan mampu bersinergi mensukseskan jalannya latihan menembak. (Dasuki)












