Joko mengungkapkan, pasien tersebut sebelumnya berstatus sebagai PDP di RS Mitra Siaga. Saat awal masuk tanggal 16 April 2020, pasien memiliki gejala mirip Covid-19 seperti demam, batuk, dan sesak nafas dengan suhu tubuh 38,8 derajat celcius. Ditambah hasil pemeriksaan kesehatannya mengindikasikan pneumonia. Hasil tracing Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal menemukan adanya kontak erat pasien dengan anaknya yang baru pulang dari Jakarta dan Bekasi pada tanggal 4 April 2020. “Kepulangan anaknya tersebut untuk menjenguk ibunya atau istri pasien yang sedang sakit yang kemudian kita ketahui, ibu ini meninggal dunia pada tanggal 11 April 2020”, kata Joko.
Sementara itu, Joko menambahkan, sepanjang minggu ini ada empat orang PDP RSUD dr. Soeselo yang meninggal dunia, yaitu pertama PDP laki-laki berusia 22 tahun asal Kecamatan Margasari meninggal dunia pada Rabu (29/4). Kedua, PDP laki-laki berusia 54 tahun asal Kecamatan Balapulang meninggal dunia pada Rabu (29/4). Ketiga, PDP perempuan berusia 38 tahun asal Kecamatan Margasari meninggal dunia pada Kamis (30/4). Keempat, PDP perempuan berusia 40 tahun asal Kecamatan Slawi yang meninggal dunia pada Jumat (1/5) kemarin dan dimakamkan di wilayah Kecamatan Lebaksiu.
“PDP meninggal dunia asal Kecamatan Slawi tersebut sebelumnya tercatat sebagai orang dalam pemantauan, saat masuk ke rumah sakit statusnya meningkat jadi PDP. Belum tercatat sempat tercatat dalam laporan, pasien keburu meninggal dunia”, imbuh Joko.



