Wakil Ketua DPRD Jatim itu memberikan sorotan mengenai beberapa temuan klaster baru wabah Covid-19 di Jatim. Diantaranya adalah kluster pesantren Al Falah Temboro di Magetan dan kasus baru di Kabupaten Sumenep.
Menurut Sadad, adanya kasus baru terkonfirmasi positif covid-19 itu menunjukkan Satgas percepatan penanganan covid-19 Jatim kebobolan. Karena itu, tim tracing Pemprov Jatim harus lebih detail lagi dalam memetakan penderita Covid-19, untuk melacak potensi penularannya.
“Kasus Magetan dan Sumenep yang semula mendapatkan pujian sudah cukup mengindikasikan bahwa pada sisi rumpun_pencegahan_ dan rumpun tracing kita kebobolan. Saya berharap lebih diperkuat lagi di dua rumpun itu,” pinta politisi asal Pasuruan ini.












