Sementara untuk kasus meninggalnya PDP asal Kecamatan Lebaksiu ini, Joko mengungkapkan jika penyebab pasti kematiannya belum bisa diputuskan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Yogyakarta. “Tes swab pada pasien sudah dilakukan, tapi sama seperti yang lainnya, sampai dengan hari ini hasilnya belum kami terima”, katanya.
Joko menambahkan, pertama kali PDP masuk ke rumah sakit hari Selasa (31/3). Suhu tubuhnya saat itu mencapai 37 derajat celcius dengan disertai gejala batuk dan pilek serta keluhan sakit pada tenggorokan. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti foto toraks, diketahui pasien menderita pneumonia akut dan ada riwayat penyakit penyerta atau komorbid yaitu tuberkulosis kronis serta penyakit yang lainnya. “Secara medis, keberadaan komorbid pada seseorang yang kemudian terinfeksi virus Corona ini menjadikan daya tahan tubuhnya semakin lemah dan sakitnya bertambah parah”, katanya.
Dengan demikian, untuk menegakkan diagnosa, pihaknya tetap harus menunggu hasil tes swab. Sementara untuk jenazah PDP saat ini sudah dimakamkan oleh petugas khusus medis dengan menerapkan prosedur pemakaman jenazah Covid-19. “Pagi tadi sekitar pukul sepuluh jenazah sudah dimakamkan di daerah Lebaksiu oleh tim dari kesehatan”, ujarnya.



