Kegotong royongan masyarakat Surabaya tidak hanya sampai di situ saja. Beberapa perusahaan daerah, komunitas asal kota terbesar kedua di Indonesia ini juga ikut mengambil peran sebagai bentuk kepeduliannya dengan memberikan sejumlah donasi berupa uang tunai yang dikirimkan ke rekening milik Pemkot Surabaya.
“Nilainya bermacam-macam, ada yang memberi donasi uang Rp 10 juta bahkan ada pula salah satu perusahaan yang menyerahkan dananya sekitar Rp 500 juta,” tegas dia.
Tidak hanya itu, Imam menegaskan ada pula sebagian orang yang secara personal yang memberikan donasinya tanpa menuliskan pengirimnya alias no name. Jumlahnya cukup beraneka ragam.
“Bantuan itu mulai mengalir sejak tanggal 19 Maret. Setelah saya bersurat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya,” urainya.
Hari bergulir seiring bantuan kian mengalir. Imam bercerita tidak satu dua kali perusahaan menanyakan kebutuhan apa yang saat ini tengah diperlukan pemkot dalam menanggulangi wabah Covid-19.
Ia pun menjawab yang tidak kalah pentingnya untuk saat ini adalah alat pelindung diri untuk medis. Bagi dia, kebutuhan tersebut harus terus disupport lantaran dokter atau tenaga medis (nakes) adalah garda terdepan dari penanganan Covid-19 ini.
“Kemarin Korpri memberi bantuan masker N95 sekitar 400 pcs. Saya arahkan juga temasuk pemberian APD. Supaya teman-teman nakes terlindungi. Jangan sampai mereka terkena (wabah) ini, karena merekalah yang merawat masyarakat. Jadi, mari bersama-sama melawan Covid-19 ini,” pungkasnya.(hadi)












