“Pada kasus ini, kita terapkan prosedur penanganan Covid-19 sebagai antisipasi kemungkinan terburuk pasien terpapar virus Corona, meskipun jika dilihat dari gejala klinisnya, kematian pasien lebih disebabkan komplikasi penyakit seperti jantung ataupun stroke yang memicu pecahnya pembuluh darah, termasuk TB paru karena dari penelusuran kami ke keluarganya, ada riwayat pasien untuk pengobatan penyakit ini”, katanya.
Guntur pun menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak perlu menstigma pasien ini meninggal karena terinfeksi Covid-19 karena memang hasil tesnya belum keluar. Sikap waspada dalam situasi seperti ini, kata Guntur, sangat diperlukan karena potensi berpindahnya virus dari kota besar ke desa-desa cukup besar seiring dengan meningkatnya arus mudik, kepulangan warga ke kampung halamannya.
“Sepanjang warga disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, tidak bersentuhan secara fisik, menjaga jarak aman minimal satu hingga dua meter dengan siapa pun, entah itu dengan anggota keluarga, teman ataupun tetangga, terlebih mereka yang baru datang dari zona merah, tentunya tidak perlu panik”, katanya. (Dasuki)












