Atas kondisi tersebut Wakil Walikota Surabaya, Whisnu Sakti Buana meminta Dinas Pendidikan melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dengan para kepala sekolah untuk mewajibkan setiap Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menempatkan Gerakan Kampanye Perang terhadap narkoba sebagai salah satu kegiatan utamanya.
Menurutnya, bentuk kegiatan OSIS tersebut bisa bervariasi, mulai lomba kampanye perangi narkoba antar pelajar, lomba karya tulis tentang bahaya narkoba atau lainnya.
“Seperti mengintegrasikan dengan kegiatan kesenian seperti lomba ludruk atau teater pelajar antar sekolah yang temanya Narkoba adalah musuh Bangsa Indonesia,” terangnya. Jumat (16/12)
Whisnu mengakui, generasi muda adalah aset masa depan bangsa. Untuk itu, ia menghimbau kepada segenap lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkoba. Pasalnya, berdasarkan data pada tahun 2015, prosentase kenaikan pengguna narkoba di Indonesia mencapai 40 persen.












