AdvertorialIndeks

KIPRAH DPRD SURABAYA

×

KIPRAH DPRD SURABAYA

Sebarkan artikel ini

“Surabaya masih membutuhkan waduk dan bozem. Ini yang perlu diperhatikan pemkot,” kata Syaifuddin.

Apalagi, tambah Kaji Ipuk, kualitas kontur tanah di Surabaya tidak mampu menyerap air lebih dari 10 persen. Sebab, kondisi tanahnya padat liat, terutama di kawasan Surabaya barat.

Vinsensius menambahkan, sejalan dengan penambahan bozem, pihaknya juga menilai rumah pompa dan pintu air perlu ditambah. Sebab, dengan kontur daratan yang posisinya di bawah permukaan air laut, Surabaya memerlukan pintu air dan rumah pompa.

Hal ini untuk mengatasi banjir yang tidak saja diakibatkan luberan air saluran, namun juga untuk mencegah banjir akibat luberan air laut (rob). “Tinggi daratan dan permukaan laut tak terpaut jauh. Makanya kadang ada banjir rob,” ujar Awey, sapaan Vinsensius.

Dia lantas menyebut beberapa kawasan yang rentan terjadi bencana banjir, meliputi wilayah Asemrowo, Sumberejo, Tambaklangon, dan Romokalisari. Selain kontur daratan, persoalan lain yang memicu terjadinya banjir, adalah masih banyak saluran air yang tak terkoneksi dan buntu.

Di sisi lain, sejumlah saluran air yang ada lebarnya juga berbeda-beda. Kawasan yang sering kali terdapat disparitas luasan saluran, yakni kawasan pemukiman padat dengan perumahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *