Sementara itu, menurut Setiyo Wibowo, Kepala Divis IV Perum Jasa Tirta, debit air yang dari Bengawan Solo yang dialirkan melalui tiga pintu floodway Bengawan Solo mencapai 520 dengan ketinggian 6,14 meter. “Ini adalah yang terbesar sejak adanya floodway tahun 2007. Saat itu hanya mencapai ketinggian 6,02 meter,”ungkap Setiyo Wibowo.
Berdasarkan laporan Sekcam Laren, Bakri, SE terdapat 900 KK yang rumahnya tergenang banjir. Diantaranya di Desa Duri dimana luapan air bengawan di Desa Durikulon menggenangi rumah warga yang berada di Bantaran sekitar 43 KK dan 86 Jiwa. Sedangkan Desa Centini, terdapat 14 KK dan 67 Jiwa yang terkena dampak banjir karena tinggal disekitar bantaran sungai. Kemudian Di Desa Keduyung, ada 30 KK dan 95 Jiwa yang terkena dampak banjir. Lalu di Desa Pesanggarahan, terdapat empat (4) RT yang dihuni oleh 207 KK dan 830 jliwa, di desa teresebut kondisi tangul Desa/Wedok mulai luber.
Kemudian Di Desa Mojoasem, terdapat 14 KK dan 59 Jiwa. Yang terdampak banjir, lalu di Desa Sisier terdapat 45 KK dan 180 jiwa yang rumahnya tergenang, dan di Desa Laren terdapat 174 KK serta 461 jiwa yang terdampak banjir.(cn01)



