“Seperti beli bawang lokal menyelamatkan masa depan petani Indonesia, menyelamatkan anak-anak nya dan masa depan nya. Dan yang jelas jika kita membeli produk lokal, berarti menyelamatkan lingkungan hidup. Coba hitung saja, berapa jejak karbon dari proses pengiriman jika bawang putih saja kita impor. Dan jejak Karbon juga gas metan ini kan yang akhirnya membuat suhu bumi meningkat drastis. Kesadaran ini perlu, agar pasar Indonesia lebih bisa berdikari,”jelasnya.
Tak hanya itu, dengan berdikari, kata mantan anggota Komisi E DPRD Jatim ini, juga sesuai dengan yang dicita-citakan kan para bapak pendiri bangsa Indonesia Bung Karno yaitu berdikari di bidang ekonomi.
Berdasarkan data yang ada, bawang putih di Jatim yang semula seharga Rp28.000 kini naik hingga Rp58.000. Kenaikan tersebut cukup tinggi, bahkan lebih dari 100 persen.(Caa)











