“Kita akan pulangkan mereka melalui Pemkab/Pemkot asalnya dan bisa berkumpul dengan keluarganya. Secara terkoordinasi kita akan melakukan pembinaan dan bimbingan agar tidak terulang kembali kasus ini, ” kata Indra seraya berharap sponsor yang tidak bertanggungjawab terhadap CPMI ini, bisa ditindak sesuai ketentuan yang berlaku.
Sugiarti (37), salah seorang calon pekerja migran dari Kelurahan Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Pandeglang, Banten mengaku senang bisa kembali ke kampung halamannya setelah hampir 2 bulan berada di penampungan Kramat Jati, Jaktim dan RPTC, Bambu Apus, Jaktim.
“Saya dijanjikan kerja di Arab Saudi sebagai ART dengan gaji 1500 SAR. Kecewa dan tidak kecewa dengan kejadian ini. Tidak kecewa karena sebelum terbang ke Saudi diselamatkan Pemerintah kembali ke rumah. Saya tak tahu nasib saya di Saudi jika tak berhasil diselamatkan Kemnaker jika sudah berada di Saudi, ” kata istri dari Wasdirah dan ibu dua putra tersebut.
Rina (38) pekerja migran dari kelurahan Jagamukti, Kecamatan Surade, kabupaten Sukabumi mengaku ditawari sponsor akan bekerja di Arab Saudi selama dua tahun. Rina diajak tanpa diberitahu jumlah gaji, nama majikan dan lokasi rumah majikannya. Rina mengatakan suaminya, Rahmat pun telah mendesak agar Rina segera pulang untuk mengasuh 3 anak-anaknya.
“Saya diiming-iming akan digaji sekitar 1200-1500 SAR. Saya tak akan terbuai janji dan iming-iming lagi. Saya tak akan pergi lagi dari rumah untuk kerja keluar negeri, ” kata Rina yang sebelumnya bekerja sebagai tukang cuci pakaian tetangganya di Sukabumi.(Dewa Aruna/Dasuki)



