Cakrawala Daerah

“Kur 267”, Aliran Baru Puisi Pendek Tegalan

×

“Kur 267”, Aliran Baru Puisi Pendek Tegalan

Sebarkan artikel ini

Lebih jauh, Dwi Ery Santoso memapaskan, “267” tersebut lebih dimaknai sebagai penanda “Hari Kelahiran Sastra Tegalan” yang diperingati setiap tanggal 26 November. Adapun angka “7” dalam bahasa Tegalan dibaca “Pitu”, dimaknai sebagai “Pitulungan”.

“Dalam konsep yang lebih luas, tanggal 26 adalah “Pitulungan” bagi kelangsungan masa depan bahasa Tegalan yang terpinggirkan untuk kemudian diperjuangkan dalam gerakan Sastra Tegalan,” kata Dwi Ery Santoso, yang kondang dengan sebutan Presiden Penyair Tegalan.

Lebih lanjut dia mencontohkan genre baru “Kur 267” yang ditulis oleh Lanang Setiawan, Dwi Ery Santoso, dan Mohammad Ayyub. “Kur 267” karya Lanang Setiawan berjudul “Pegat”: /Berem/Pegatan ben taun/Nyangga isin por nemen//. “Kur 267” berjudul “Apes” karya Dwi Ery Santoso://Riya/Swarga dadi wurung/Mbangkana apes nemen//. Sedang “Kur 267” berjudul “Masakha” karya Mohammad Ayyub://Nyah-nyoh/Gursi ngongkon amal/Mlarat jiprat masakha//. (Dasuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *