Sementara itu, 8 PLTS yang dibangun di Kepulauan Sumenep sendiri antara lain di PLTS Pulau Pegurungan Kecil untuk 2.280 KK, PLTS Pulau Tonduk (1.883 KK), PLTS Pulau Paliyat (1.018 KK), PLTS Pulau Sabunten (980 KK), PLTS Pulau Saubi (1.257 KK), PLTS Pulau Goa-Goa (1.854 KK), PLTS Pulau Sakala (799 KK), dan PLTS Pulau Masakambing (363 KK).
Yang menggembirakan operasional dikelola oleh PLN, sehingga pelayanan dan standart tarif lebih terjamin. Yang lebih istimewa lagi, kehadiran Direktur PLN Pusat sekaligus mengukuhkan komitmennya dihadapan Gubernur, Komisi D DPRD Jatim dan Bupati Sumenep bahwa 2020 mendatang persoalan kegelapan segera selesai teratasi,” ungkap Kuswanto.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, bahwa untuk 22 pulau-pulau kecil yang berpenghuni di wilayah Kabupaten Sumenep yang masih belum teraliri listrik, dirinya berharap agar tahun 2020 mendatang akan segera diselesaikan. Termasuk beberapa kabupaten yg terkendala kemampuan masyarakatnya untuk memasang instalasi awal senilai kurang lebih Rp 750.000 disanggupi untuk dicarikan solusinya dari berbagai sumber dana. Nanti bisa dari CSR dari PLN,” jelasnya.
Adapun bebrapa wilayah di Jatim yang baru teraliri listrik antara lain Kab. Sumenep baru teraliri listrik sebesar 64.99 %, Kab. Sampang 74.03 %, Kab. Bondowoso 79.59 %, Kab. Pamekasan 80.49 %, Kab. Probolinggo 82.51 %, serta Kab. Situbondo 84.27 %. Beberapa kabupaten tersebut, sebut Kuswanto memang merupakan tekad Komisi D DPRD Provinsi Jatim untuk mendorong secara penuh pemanfaatan listriknya 100 % oleh masyarakat.












