Kab Brebes meraih anugerah Indeks Daya Saing Daerah se Jateng pada Aspek pemasaran yang terdiri dari 4 pilar yaitu pilar efisiensi pasar produk, ketenagakerjaan, akses dan ukuran Pasar. “Hingga kini sudah ada 39 perusahaan besar yang berinvestasi di Brebes dan akan terus bertambah, karena market kita inovatif dalam pandangan tim penilai,” ungkap Istri dari Drs Warsidin MH ini.
Kepala Deputi Bidang Penguatan Inovasi, Direktorat Inovasi Kemenristek/BRIN oleh Dr Moh Amin mengaku gembira karena ada 6 Wali Kota dan 9 Bupati yang mendapat penilaian Indeks Daya Saing Daerah yang bagus. Ini bisa menjadi contoh daerah daerah lain dalam hal kontribusi daerah untuk mencapai kesejahteraan masyarakat berdasarkan penguatan inovasi. Sehingga tercipta daya saing daerah dengan pemanfatan inovasi dalam mengoptimalkan potensi daerah serta terciptanya kemandirian bangsa.
Kata Moh Amin, potret Inovasi dan alih teknologi di Indonesia masih menjadi masalah. Sumber teknologi utama masih berasal dari luar negeri. Sebanyak 58 persen berasal dari luar negeri seperti Jepang, Jerman, China dan negara maju lainnya.
Global Inovation indeks 2019 mengukur Indonesia memiliki skor 29,8 atau peringkat 85 dari 129 negara di dunia dalam hal inovasi. Di Asia posisi Indonesia menempati posisi kedua terendah. Padahal Inovasi motor penggerak dalam pembangunan bangsa. Untuk itu, perlu dilakukan pemetaan tentang daya saing daerah. Ternyata pemetaan daya saing tersebut telah dilakukan Provinsi Jateng di 35 daerahnya.
Diakui, masih ada kendala yang terekam yakni masing kurangnya Sumber Daya Manusia dan pemanfaatan teknologi yang masih rendah. “Sekarang, kita tidak bisa mengandalkan kekayaan sumber daya alam. Karem globalisasi digerakan oleh teknologi dan ekonomi, sementara sumber daya alam, makin berkurang.












