Berita UtamaCakrawala SurabayaCakrawala WisataIndeks

Gandeng Kolektor Isi Museum Pendidikan

×

Gandeng Kolektor Isi Museum Pendidikan

Sebarkan artikel ini
Kadisparta Surabaya Antiek saat menerima koleksi museum dari kolektor

Kadisbudpar menyampaikan, pihaknya saat ini tengah mengatur story linenya mulai dari jaman pra aksara, jaman kerajaan, kolonial, perjuangan hingga kemerdekaan. Meski belum optimal, karena penempatan dan stadarisasinya masih dalam proses.

“Kita masih melakukan evaluasi dengan tim arsitektur, desain untuk penataan, alur dan pengamanannya,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, barang-barang koleksi tersebut keberadaannya ada yang merupakan hibah dari para kolektor, melalui proses penggantian, serta diperoleh dari pembelian.

“Sesuai ketentuan internasional museum ini senin tutup. Tetapi nanti kita evaluasi, apakah seperti museum 10 Nopember yang tiap hari buka atau apa,” sebutnya.

Ketua Umum Surabaya Vintage Community, Ali Budiono, saat penyerahan barang-barang koleksi menyampaikan, bahwa sebanyak delapan puluh persen koleksi Museum Pendidikan merupakan barang-barang dari komunitasnya.

Pihaknya mengumpulkan baang-barang tersebut selama tiga bulan. Beberapa barang koleksi yang diserahkan ke Disbudpar untuk mengisi koleksinya, antara lain, Sabak, buku tulis, buku pelajaran, manuskrip atau naskah kuno, mesin ketik, dan alat laboratorium.

“Mesin cetak dari Percetakan Muhammadiyah di Yogyakarta,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *