
Flores, Cakrawalanews.co – Nasib sebagian guru honorer di Kabupaten Ende, Flores, NTT di tahun 2019 ini terkatung-katung. Betapa tidak, mereka yang mengajar setiap hari, dari pagi hingga sore sepanjang tahun 2019 ini belum mendapat gaji dari pemerintah daerah. Padahal, pemerintah daerah Kabupaten Ende mempunyai kebijakan tersendiri untuk guru honorer. Kebijakan itu adalah berupa insentif tambahan dari pemerintah melalui biaya operasional sekolah daerah (Bosda). Kebijakan itu mulai di tahun 2018.
Anehnya, di tahun 2019 ini, dari Januari hingga tambahan insentif untuk guru honor itu belum kunjung dicairkan. Seluruh guru honorer se-kabupaten Ende pun terus menjerit. Mereka menanti dalam ketidakpastian. Berbulan-bulan nasib mereka terkatung-katung.
Samiyati, salah seorang guru honorer di Kabupaten Ende mengaku lega setelah mendapatkan perhatian pemerintah masuk dalam daftar nama guru tidak tetap (GTT) pada 2018. Ia mendapatkan insentif tambahan dari pemerintah melalui Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda) selama 4 bulan di tahun 2018. Namun di tahun 2019, ia bersama guru GTT lainnya belum menerima insentif Bosda itu. Samiyati mengaku kecewa karena selama 11 bulan tidak digaji.
“Selama 11 bulan ini kami tidak terima upah dari Bosda. Kami kerja tanpa upah,” ucap Samiyati sambil berurai air mata di hadapan anggota DPRD Ende.












