“Penyelidikan itu dilakukan terkait apakah dampak itu meluas atau tidak,” kata Wiri melalui Konsul Indonesia di Vanimo, Abraham Lebelauw, di Jayapura.
Menurutnya, penyelidikan dilakukan walaupun sebelumnya sudah ada pernyataan dari pemerintah PNG yakni dari PNG Conservation and Environment Protection Agency terungkap limbah mercuri tersebut masih dalam batas yang dapat diterima. Kewaspadaan atas tumpahan mercuri itu juga ramai dibicarakan di media sosial.(dtc/ziz)












