“termasuk menyediakan feeder,” jelasnya
Sedangkan, Direktur Lalu lintas dan Angkutan kereta kementrian Perhubungan, Zulfikri menegaskan, jika pembangunan mass rapid transport menunggu peraturan presiden (perpres). Dirinya tak mengetahui penyebab lamanya turunnya prepres.
“Kami dari sisi teknis, tapi semua dokumen termasuk DED (detail Engenering Design) sudah siap,” ungkapnya.
Menanggapi bantuan dari Pemerintah Jerman yang nilainya mencapai 100 juta dollar, Zulfikri menyatakan, bahwa anggaran tersebut untuk mendukung pengadaan angutan massal untuk kawasan regional.(hdi/cn02)












