“ Kalau semua itu sudah dibenahi dengan memperhatikan tiga aspek melalui transformasi BPD ditambah dengan adanya kerjasama BPD se Indoensia, saya yakin BPD dalam waktu dekat mampu bersaing dan menguasai serta menjadi pemimpin dan pelopor dalam pembangunan perekonomian di daerahnya,” jelasnya.
Gubernur menambahkan, untuk bisa mencapai itu semua pertama-tama yang harus dilakukan adalah BPD bisa menjadi pelopor dan pemimpin perbankan di daerahnya lebih dulu. Kalau hal itu sudah dapat diraih, maka langkah berikutnya akan lebih mudah untuk mengggaet dan mengcover semua program pembangunan yang ada di daerahnya. Dengan begitu, keberadaan BPD, benar- benar dapat dirasakan oleh masyarakat, sebab BPD sudah melakukan transformasi perbankan sehingga bisa cepat tanggap dalam membaca perkembangan yang ada di sekitarnya. “ Semua itu, dikarenakan BPD sudah besar,kuat modalnya dan lincah dalam memberikan pelayanan demi kelancaran serta keberhasilan pembangunan di daerah, “ jelasnya .
Dikatakan, sosialisasi transformasi BPD yang pertamakali ini diiuti 26 BPD di Indonesia yang merupakan kekuatan pasar sangat fantastic. Untuk itu, pertemuan ini bisa dimanfaatkan dengan mengambil kesempatan guna mengembangkan sayap kerjasama yang telah terjalin, sehingga daerah masing-masing ada letupan-letupan yang dapat terus bergerak dan berkembang jauh lebih baik dari sebelumnya.
Sebelum mengakhiri sambutannya, Pakde Karwo mengatakan, secara umum kinerja BPD sudah baik, hal itu tercermin dari tren pertumbuhan asset, dana pihak ketiga dan kredit yang diberikan serta permodalan dan profitabilitasnya. Berdasarkan Statistik perbankan Indonesia, per Juni 2015, asset BPD telah mencapai Rp 548,53 trilliun, atau meningkat sebesar 18,6 persen dibandingkan posisi yang sama pada juni 2014 atau menempati peringkat keempat dalam perbankan nasional setelah BRI, Mandiri dan BCA. Kinerja kredit BPD juga menunjukkan pertumbuhan cukup baik, per juni 2015, posisi BPD mencapai Rp 315,63 trilliun atau meningkat sebesar 11,35 persen.











