Dia mengatakan, sebenarnya Hari Ikan Nasional jatuh pada 21 November, namun karena berbarengan dengan kegiatan Trenggalek Innovation Fest, launching atau peluncuran Rumah Perempuan dan Smart Center, kegiatan ini diajukan lebih awal.
“Kegiatan ini kami adakan untuk menstimulasi kepada anak-anak, guru dan wali murid menu ikan ini menjadi menu utama setiap hari. Karena bila tidak ada sosialisasi tentang ikan maka masyarakat akan kurang memahami fungsi dan manfaat tentang ikan itu sendiri,” kata Novita Hardini Mochamad.
PKK Trenggalek ingin berbagi tentang bagaimana mengolah ikan dengan baik agar tidak menjadi racun bagi manusia, terutama bagaimana mengolah sampah agar tidak meracuni ikan-ikan pada habitatnya.
Menanggapi isu tentang sampah yang bisa meracuni ikan-ikan di habitatnya, Novita menegaskan pentingnya masyarakat bersikap bijak terhadap pengelolaan sampah, termasuk di dalamnya untuk tidak membuang sampah sembarangan maupun pengurangan terhadap sampah plastik yang terurai sangat lama. (wan/an)












