Tercatat, sampai saat ini terdapat 14 dari 38 kabupaten dan kota di Jatim yang telah memanfaatkan teknologi ini.
“Kami berpikirnya regional, karena APBD Jatim ini 38 kabupaten/kota sehingga terbesar di Indonesia. Secara presisi, akurasi dan akuntabilitas dari perencanaan serta penganggaran ini terus disiapkan,” ucapnya.
Gubernur Khofifah juga mengklaim aplikasi ini merupakan yang pertama diluncurkan di Indonesia dan diharapkan menjadi acuan daerah lainnya.
Di tempat sama, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jatim, Jumadi, menjelaskan ada beberapa keunggulan aplikasi ini, seperti lebih efektif dan efisien.












