Menurut ia, lonjakan jumlah penderita itu diperkirakan terjadi mulai Desember 2019 hingga Januari 2020. Dampak gigitan nyamuk “aedes aegypti” itu menjadi siklus demam berdarah tahunan yang sulit terhindarkan.
“Peningkatan biasanya terjadi di daerah endemis. Sesuai data, sebanyak 56 desa dan kelurahan di Magetan masuk kategori endemis demam berdarah,” kata Didik Setyo.
Sedangkan 154 desa dan kelurahan lainnya masuk kategori daerah sporadis penyebaran demam berdarah. Untuk itu, Dinkes Magetan terus melakukan upaya agar jumlah kasusnya dapat ditekan.












