Tak sampai disitu, Umi juga berharap agar selama masa kampanye tidak ada pihak-pihak yang menyinggung hal-hal yang berbau sara, tidak melakukan provokasi atau tindakan yang berujung pada perbuatan anarkis. “Tentunya kita sepakat bahwa beda pilihan, aja ngrusak paseduluran. Kembangkan sikap toleransi, saling menghormati antar calon peserta Pilkades,” pesan Umi.
Sikap tersebut, harus terus ditanamkan. Selain untuk menangkal dampak friksi sosial pasca Pilkades, pemeo ini juga berfungsi sebagai penyemangat dan ajakan kepada warga desa agar lebih dewasa, mampu berpikir kritis dan objektif memilih pimpinan yang dipandang mampu menyediakan layanan publik prima bagi warga desanya, mampu mewujudkan tata kelola pemerintah desa yang baik, profesional, terbuka dan akuntabel.












