Lebih lanjut, Bagus memaparkan, bendungan rancangan tim ini sendiri direncanakan memiliki tujuan multiguna untuk air baku, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), irigasi, dan pengendali banjir. Oleh karena itu, desain rancangan ini juga memanfaatkan panel tenaga surya yang diletakkan di tubuh bendungan. Harapannya, panel dapat difungsikan sebagai operasional listrik mandiri di daerah NTB. “Sehingga dapat menekan biaya operasional terkait kebutuhan listrik di lokasi bendungan,” tutur Bagus.
Bagus mengklaim, desain rancangan bendungan dari tim bimbingannya ini dinilai memenuhi kelayakan untuk dibangun. Sebab, desain dari tubuh bendungan menggunakan bendungan urugan tanah dengan inti tegak, yang didasarkan pada sumber material tanah melimpah di sekitar lokasi untuk timbunan tubuh bendungan. Adapun analisa kelayakan bangunan diakui memiliki benefit cost ratio 1.9 selama 20 tahun, sehingga hal ini menunjukkan bahwa bendungan memang implementatif untuk dibangun ke depannya.
Bahkan berkat inovasinya tersebut, desain rancangan tim Tirta Gangga ini telah berhasil mendapatkan juara II dan gelar Maket Terbaik dalam Lomba Rancang Bendungan Nasional 2019 yang diadakan di Universitas Mataram, beberapa waktu lalu. (wan/jnr)



