Sementara itu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa direksi dan komisaris yang dipilih melalui proses assesment dari tim independen yang sudah disepakati. Sehingga apa yang telah diputuskan OJK merupakan hasil terbaik ats apa yang sudah dilakukan bersama. “Kita seua memiliki harapan besar dari semua prestasi yang sudah dicapai oleh PT BPD Jatim Tbk pada semesster satu tahun ini. Dalam catatan yang cukup baik dibanding dengn periode yang sama pada tahun tahu,” terang Khofifah.
Khusus pada para direksi dan komisaris, mantan Mensos ini memberikan catatan bahwa saat ini industri perbankan memiliki peranan yang sangat penting dalam menggerakkan, mengintroduksi dan mengintervensi perekonomian Jatim. Karena itu sangat penting untuk bisa terus menstimulus plaku-pelaku UMK, IKM dan Koperasi di Jatim. “Bank Jatim saya harap tidak sekdar bisa menghasilkan PAD yang signifikan. Tetapi juga memberikan multiplayer efek seperti penyerapan tenaga kerja melalui kredit dalam membesarkkan UKM dan IKM yang ada di Jatim,” pinta gubernur perempuan pertama di Jatim.
Para komisaris dan direksi Bank Jatim yang dilantik OJK meliputi Komisaris Utama Heru Heru Tjahjono (Sekdaprov Jatim), Komisaris Independen Prof Moh Mas’ud. Kemudian Direktur Kepatuhan dan Human Capital Bank Jatim Erdianto Sigit Cahyono, Direktur TI dan Operasi Tonny Prasetyo, dan Direktur Komersial dan Korporasi Basrul Iman. (Caa)












