Untuk memperkuat dan menjaganya, kata dia, maka menjadi tugas bersama dan tak hanya mengandalkan pemerintah.
“Beda pandangan dan pemikiran boleh, pecah jangan. Persatuan dan kesatuan bangsa adalah yang utama,” ucap orang nomor satu di Pemprov Jatim tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa tantangan pemuda pada 1928 berbeda dengan pemuda saat ini, yang mana dahulu pemuda Indonesia bersatu menghadapi penjajah, tapi saat ini pemuda Indonesia dihadapkan pada era kompetisi global.












