“Jadi mobil ini kan kita lihat cc tidak terlalu besar, sekitar 1300 cc dan dalam bentuk bak terbuka. Sehingga di satuan-satuan setingkat skadron ini sangat dibutuhkan. Bahkan di skadron tempur ini bisa digunakan sebagai mobil crass tim kalau misal harus mendekat run way harus mengambil parasut yang digunakan pesawat tempur pada saat medarat. Kemudian mengangkut perlengkapan yang ada skadron, perpindahan tempat dari gudang ke hanggar, hanggar ke peswat,” sambungnya.
Mobil yang baru beroperasi satu bulan itu, kata Yuris, sejauh ini berjalan dengan baik. Menurutnya, ke depan akan dikaji agar mobil produksi dalam negeri itu bisa ditambah jumlah untinya hingga bisa digunakan sebagai kendaraan dinas.
“Mungkin ke depan kita akan mengkaji lagi apabila memang layak untuk digunakan mobil dinas atau mobil jabatan itu bisa dipertimbangkan. Namun sampai saat ini belum, saat ini kita fokus dulu 35 unit untuk mobil operasional di skadron,” pungkasnya.(dtc/ziz)











