Lebih lanjut, Sigit Ari mengemukakan manfaat dari peluncuran Kartu Santri ini bagi santri dapat memberi edukasi keuangan sejak dini tentang produk tabungan dan mendorong budaya gemar menabung dengan melatih pengelolaan keuangan sejak dini.
Sedangkan bagi orangtua santri, manfaat Kartu Santri bisa mengajarkan kemandirian dan kedisiplinan anak dalam mengelola keuangan dan memudahkan orangtua untuk mengontrol pengeluaran anak.
Sementara bagi pondok pesantren dapat menjadi sarana edukasi praktis keuangan dan perbankan bagi santri dan ustadz-ustadzah, serta dapat mewujudkan pondok pesantren yang modern menuju digital, dimana seluruh transaksi keuangan pondok pesantren menggunakan Cashless Payment dengan sistem pembayaran yang efektif dan efisien.
Ketua ISNU Kabupaten Bondowoso Moch Abdul Chaliq mengatakan untuk tahap awal ada 1.000 Kartu Santri yang didistribusikan di tiga pondok pesantren, yakni Ponpes Mambaul Ulum, Ponpes Nurul Taqwa dan Ponpes Al Imam. (wan/an)












