Gubernur Khofifah juga menyampaikan upaya pemadaman kebakaran di Gunung Arjuno dengan cara manual sudah dilakukan, namun dengan ketinggian dan tebing curam hingga kemiringan 60 derajat, ditambah angin kencang, maka pemadaman selama empat hari terakhir tak membuahkan hasil.
“Untuk efektivitas serta efisiensi dan mencegah karhutla semakin meluas, maka teknik water bombing ini sangat mendesak dan diperlukan,” ucap gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut.
Menurut dia, upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjuno dan Welirang terus dilakukan karena di wilayah tersebut merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan mau pun satwa.
Akibat karhutla ini, kata dia, beberapa tumbuhan dan satwa mulai terancam, seperti cemara gunung, pohon manisrejo, edelweis, macan tutul, rusa serta elang jawa.
Berdasarkan catatannya, pada periode Agustus sampai Oktober 2019, sudah tercatat 28 kali kasus kebakaran hutan dan lahan dengan kategori cukup parah.












