Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur pernah menyebut di Kabupaten Madiun diduga ada sekitar 1.400 orang dengan HIV/AIDS (ODHA).”Jumlah yang lebih besar itu karena tidak sedikit dari mereka masih merasa malu untuk memeriksakan penyakit yang dideritanya,” kata Lenny.
Adapun sesuai pemetaan, wilayah di Kabupaten Madiun yang paling tinggi terjadi penularan HIV/AIDS terdapat di Kecamatan Jiwan. Di wilayah tersebut banyak ditemui warung remang-remang, sehingga rawan terjadinya penularan HIV/ AIDS karena diduga menjadi lokalisasi prostitusi terselubung.
Di Kecamatan Jiwan juga terdapat bekas Lokalisasi Gude yang telah ditutup pemerintah daerah. Selain itu, ditengarai banyak pekerja seks komersial (PSK) bekas penghuni lokalisasi tersebut yang telah dipulangkan ke daerah asal kembali ke Madiun dan menjual jasa prostitusi terselubung.












