Sahat juga mengapresiasi, tingginya jumlah lulusan SMKN 07 Surabaya, yang terserap di pasar kerja, yakni mencapai 75 persen.
Menurut dia, dengan kualitas pendidikan yang memadai, maka lulusan dari sekolah tersebut akan mampu bersaing di pasar kerja dan tidak menjadi penyumbang pengangguran.
“Jangan sampai lulusan SMK memberi kontribusi terhadap angkatan penganguran. Ternyata SMKN 7 ini luar biasa 75 persen alumninya terserap di dunia industri maupun usaha. Perkembangan bagus lagi di dunia usaha ternyata kepala sekolah dan lembaga sekolah menjadi fasilitator bertemunya kebutuhan antara dunia usaha dengan lulusan dipertemukan dengan lembaga ini,” pungkasnya. (Aca)












