“Harapan kami agar kondisi kemarau dapat teratasi. Dan hari ini setelah shalat, juga ada dropping air bersih hasil sumbangan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan,” kata Bupati Blitar Rijanto.
Bupati juga menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat yang kekurangan air bersih. Selain itu, partisipasi masyarakat juga tinggi dengan memberikan bantuan air bersih untuk warga yang kekurangan.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi awal musim hujan di Provinsi Jatim paling cepat akan terjadi awal Oktober.
Kepala Meteorologi Kelas I Juanda, Surabaya Bambang Hargiyono mengatakan, sifat hujan tersebut masih lokal atau hanya turun di daerah tertentu seperti Lumajang, Malang, Banyuwangi, Tuban, dan Lamongan dengan curah hujan rendah, hanya rintik-rintik.












