Di Desa Gempolan, misalnya, dari sebelumnya luas areal pertanian tembakau mencapai 100 hektare lebih, kini diperkirakan hanya sekitar 15 hektare saja.
“Jumlah petaninya juga susut banyak. Tahun lalu mungkin ada 500 petani menanam tenbakau, sekarang sampai 100 (petani) saja sudah bagus,” katanya.
Dikatakannya, harga tembakau yang jatuh hingga kisaran Rp47 ribu – Rp52 ribu/kilogram, untuk jenis super, sudah dirasa berat bagi petani.
Apalagi untuk kualitas sedang yang harganya lebih rendah lagi, di kisaran Rp42 ribu per kilogram.












