“Kita lihat di masjid-masjid setiap selesai jumatan banyak perdagangan. Biarkan saja, jangan dilarang. Itu yang jual adalah orang-orang islam pribumi. Biarkan barang-barang dagangan mereka laku,” katanya.
Pengurus Dewan Masjid Indonesia, lanjut Jusuf Kalla, perlu menambahkan program-program ekonomi lainnya, seperti mengoordinasikan bank dengan masjid untuk memajukan para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Kita bisa menghubungkan bank syariah dengan masjid. Bisa juga membuat pelatihan-pelatihan di masjid. Misalnya mengundang orang perindustrian untuk memaparkan bagaimana industri kecil bisa dikelola oleh masyarakat,” ujarnya.
Jusuf Kalla juga berpesan agar takmir atau pengurus masjid dalam menjalankan program-program untuk memakmurkan masyarakat itu harus ikhlas. “Karena kalau dijalankan dengan ikhlas, semuanya menjadi mudah,” ucapnya. (an/wan)



