“Permasalahan yang dihadapi masing-masing tidak sama, sehingga bisa saja masalah yang ada di perkotaan berbeda dengan yang ada di Sempu. Di perkotaan aspek transportasi bukan masalah dan tentu solusinya inovasinya berbeda-beda,” kata Wiji Lestariono yang akrab disapa Rio.
Meski inovasi yang dihasilkan hingga 270 dari 45 Puskesmas, namun beberapa target yang ditetapkan memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menekan angka stunting, menekan angka kematian ibu dan anak, meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, penanganan orang dengan gangguan jiwa, pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, dan lainnya.
Rio mengatakan dari seluruh inovasi tersebut, Dinas Kesehatan mereplikasi beberapa inovasi yang memungkinkan dan cocok digunakan oleh seluruh Puskesmas dari berbagai wilayah berbeda.












