“Satu kapal RS KRI Subarso, dengan tenaga medisnya dengan kemampuan tenaga medis spesialis patah tulang, luka bakar, dan luka karena benda tumpul sampai saat ini sudah beberapa kali operasi, termasuk patah tulang dari korban yang kita bawa dari Wamena dan kita turunkan menuju Jayapura,” sebut Hadi.
Sebelumnya, kerusuhan di Wamena terjadi pada Senin (23/9) pukul 09.00 WIT. Sejumlah bangunan seperti rumah dinas, ruko, dan kantor bupati, dibakar massa serta menimbulkan korban tewas.
Korban tewas akibat demo berujung anarki di Wamena, Jayawijaya, Papua, kemudian mencapai 30 orang pada Rabu (25/9). Sebagian besar jenazah sudah dibawa ke Jayapura.











