Mantan Bupati Trenggalek tersebut juga memastikan pihaknya tidak akan berhenti berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk memfasilitasi, termasuk tentang kepulangan mereka ke Jatim.
“Kami terus bergerak memfasilitasi, terutama untuk penjemputan oleh pemerintah. Meski sudah ada yang ke Jatim, tapi sepertinya masih ada warga kami yang belum kembali,” katanya.
Sementara itu, sebanyak 40 orang warga Jatim yang sebelumnya tinggal di Wamena telah tiba di Surabaya dan singgah di Asrama Transito Disnakertrans Jatim di Margorejo, untuk kemudian dipulangkan ke rumahnya masing-masing.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang menemuinya memberi santunan berupa uang tunai dan beberapa paket kebutuhan pokok.












