Cakrawala Ekonomi

Misi 2025, Grab Tetapkan Pemanfaatan Teknologi untuk Kebaikan di Asia Tenggara

×

Misi 2025, Grab Tetapkan Pemanfaatan Teknologi untuk Kebaikan di Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Neneng Goenadi, Managing Director, Grab Indonesia berfoto bersama dengan Anthony Tan, CEO & Co-founder, Grab dengan didampingi oleh Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Hooi Ling Tan, Co-founder, Grab dalam acara Grab for Good, Selasa (24/9).

Inti dari program ‘Grab for Good’ adalah memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang atau kemampuan yang mereka miliki, dapat merasakan manfaat dari ekonomi digital.

Mulai hari ini, Grab akan memperluas inisiatif ‘Mendobrak Sunyi’ (Break the Silence) ke Indonesia dan Singapura, serta mengembangkan lebih lanjut program yang telah berjalan di Malaysia dan Thailand ini. Grab memiliki lebih dari 500 mitra pengemudi tuli dan berencana untuk menggandakan jumlah ini di tahun depan.

Dalam International Week of the Deaf (23-30 September), Grab mengumumkan kerja sama dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) di Indonesia, Malaysia Federation of the Deaf, Singapore Association of the Deaf, dan National Association of the Deaf Thailand untuk meningkatkan penerapan serta advokasi pentingnya inklusivitas untuk mendukung teman Tuli dan orang dengan keterbatasan pendengaran di Asia Tenggara.

Bambang Prasetyo, Ketua DPP Gerkatin menyatakan, “Mendapatkan kesempatan bekerja dengan penghasilan yang cukup selalu menjadi tantangan bagi orang Tuli di Indonesia. Sering kali, kesempatan bekerja yang ada tidak menyediakan alternatif cara berkomunikasi selain lewat suara sehingga menyulitkan orang Tuli dalam mendapat pekerjaan. Kami sangat bersyukur perusahaan seperti Grab telah merangkul kami ke dalam platform mereka sehingga orang Tuli bisa menjadi mitra pengemudi, merchant (GrabFood) atau mitra pengiriman barang. Kerja sama dengan Grab Indonesia telah membantu memberdayakan orang Tuli sehingga lebih percaya diri dan mandiri secara ekonomi. Kami percaya, merupakan langkah penting bagi Indonesia guna mewujudkan bangsa yang lebih inklusif bagi semua.”

Peningkatan proses dan sejumlah fitur baru akan ditambahkan ke dalam aplikasi Grab untuk memudahkan mitra pengemudi berkomunikasi dengan para pelanggan, mendapatkan bantuan layanan pelanggan melalui fitur pesan instan khusus (lihat Lampiran B). Di Malaysia, Grab juga akan menciptakan Kamus Bahasa Isyarat untuk mengajarkan masyarakat cara berkomunikasi dengan teman Tuli melalui widget dalam aplikasi Grab.

Selain itu, Grab juga akan melakukan serangkaian pelatihan bulanan untuk memastikan mitra pengemudi dapat melayani pelanggan penyandang disabilitas.

Untuk mendukung kebutuhan penyandang disabilitas, Grab akan meluncurkan GrabGerak, sebuah layanan yang didedikasikan untuk pelanggan penyandang disabilitas, di dua kota baru di Indonesia. GrabGerak akan tersedia di Medan dan Semarang pada Desember 2019.

Layanan transportasi yang ditujukan bagi pelanggan dengan kebutuhan khusus juga tersedia di Singapura dan Thailand. Disebut GrabAssist di kedua negara ini, mitra pengemudi menjalani rangkaian pelatihan khusus yang mencakup cara melipat kursi roda, alat bantu jalan, scooter lipat, dan perangkat mobilitas lainnya, bantuan untuk pindah dari kursi roda ke dalam mobil, bahasa isyarat dasar untuk berkomunikasi dengan pelanggan Tuli mengenai arah dan tujuan, dan pelatihan kepekaan – untuk mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dikatakan. (rur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *