Cakrawala Ekonomi

Misi 2025, Grab Tetapkan Pemanfaatan Teknologi untuk Kebaikan di Asia Tenggara

×

Misi 2025, Grab Tetapkan Pemanfaatan Teknologi untuk Kebaikan di Asia Tenggara

Sebarkan artikel ini
Neneng Goenadi, Managing Director, Grab Indonesia berfoto bersama dengan Anthony Tan, CEO & Co-founder, Grab dengan didampingi oleh Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia serta Hooi Ling Tan, Co-founder, Grab dalam acara Grab for Good, Selasa (24/9).

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, “Saya berterima kasih kepada Grab yang telah menghidupkan optimisme dengan cara membuat akses kepada mereka yang sebelum tidak terlayani oleh sistem yang ada. Teknologi digital memainkan peran penting dalam perekonomian, berbeda dengan prediksi bahwa teknologi digital mengganggu kehidupan manusia dan menghilangkan lapangan kerja, tetapi kita dapat melihat bahwa teknolgi digital bisa menciptakan banyak pekerjaan baru. Dengan model bisnisnya, Grab menciptakan peluang baru bagi mereka yang sebelumnya tidak memiliki akses. Ekonomi digital yang dibawa Grab menghilangkan konsep ‘economic of scale’, sehinga teknologi dapat berperan penting bahkan bagi pemain ekonomi terkecil, memberi mereka peluang dan akses menuju kemajuan dan kesejahteraan. Saya melihat lebih banyak peluang tentang bagaimana pemerintah Indonesia dapat berkolaborasi dengan perusahaan digital seperti Grab dalam program pendidikan, kesehatan, dan jaringan pengaman sosial. Pemerintah Indonesia bertekad untuk membangun kondisi yang memang dibutuhkan, yaitu infrastruktur dan sumber daya manusia, agar masyarakat di Indonesia dapat speenuhnya memetik manfaat dari perkembangan ekonomi digital.”

Program dampak sosial “Grab for Good” dikembangkan sesuai fokus Grab untuk meningkatkan kehidupan seluruh masyarakat Asia Tenggara selama 7 tahun Grab berdiri. Dalam laporan dampak sosial perdana yang diluncurkan hari ini, Grab mengestimasi jumlah kontribusi sebesar US$5,8 miliar atau lebih dari IDR81,5 triliun terhadap perekonomian Asia Tenggara dalam 12 bulan terakhir (hingga Maret 2019). Perhitungan ekonomi sosial ini telah diverifikasi oleh KPMG sesuai dengan prosedur yang telah disepakati sebelumnya.

Lebih dari 9 juta wirausahawan mikro, atau sekitar 1 dari 70 masyarakat Asia Tenggara, telah mendapatkan penghasilan melalui platform Grab, dengan menjadi mitra pengemudi, mitra pengantaran, merchant ataupun agen. 21% mitra pengemudi Grab tidak memiliki pekerjaan sebelum bermitra dengan Grab, dan 31% mitra agen tidak memiliki sumber pendapatan sebelum bergabung dengan Grab-Kudo.

Selain membuka peluang ekonomi, laporan ini juga menggarisbawahi bagaimana Grab telah membantu menciptakan akses yang lebih baik kepada layanan finansial dan pembayaran digital. Sejak Grab didirikan pada tahun 2012, Grab telah membantu lebih dari 1,7 wirausahawan mikro untuk membuka akun bank pertama mereka. Grab juga membantu mewujudkan masa depan non-tunai di Asia Tenggara. Tingkat pembayaran non-tunai dalam platform Grab 9x lebih tinggi dibandingkan dengan pembayaran non-tunai secara keseluruhan di Asia Tenggara.

Sebagai bagian dari program ‘Grab for Good’, Grab juga mengumumkan kerja sama tingkat regional bersama dengan Microsoft yang akan membekali para pekerja dengan kemampuan teknologi yang dibutuhkan, agar dapat berkembang dalam ekonomi digital. 6,6 juta pekerja di enam negara besar Asia Tenggara membutuhkan wawasan baru pada tahun 2028. Sekitar 41% dari mereka memiliki keterbatasan keterampilan Teknologi Informasi (TI) yang dibutuhkan dalam profesi-profesi baru.

Grab dan Microsoft ingin menjembatani kesenjangan keterampilan digital dengan menggabungkan kemampuan, kapasitas dan sumber daya mereka, dan juga bekerja sama untuk mewujudkan visi bersama dalam menciptakan kesempatan ekonomi melalui teknologi dan memastikan bahwa ekonomi digital dapat diakses oleh seluruh masyarakat Asia Tenggara.

“Salah satu tantangan di berbagai negara di Asia Pasifik adalah tentang demokratisasi pendidikan. Kami percaya bahwa pendidikan harus dapat diakses oleh setiap orang, terutama, literasi digital dan teknologi. Hal ini mendorong inovasi, keterampilan memecahkan masalah menggunakan data, yang merupakan kunci menuju masa depan. Kami sangat senang dapat meluncurkan cara untuk mengembangkan tenaga kerja digital secara inklusif di berbagai negara di Asia Pasifik bersama dengan Grab, yang akan meningkatkan keterampilan generasi mendatang. Memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di dunia untuk mencapai lebih adalah misi yang mempengaruhi setiap langkah kami. Bersama Grab, kami membangun tenaga kerja terampil yang akan mengubah keluarga, komunitas, dan negara, untuk menciptakan dunia masa depan,” jelas Andrea Della Mattea, President, Microsoft in Asia Pacific.

“Seiring dengan tumbuhnya Asia Tenggara, kami berharap setiap orang juga dapat tumbuh bersama dan merasakan manfaat dari ekonomi digital yang tengah berkembang. Saya sangat bersemangat melihat mitra pengemudi Grab dan keluarga mereka akan memperoleh keterampilan baru dari berbagai kelas bersertifikasi dari Microsoft,” jelas Hooi Ling Tan, co-founder, Grab.

Grab dan Microsoft juga akan bekerja sama dengan ASEAN Foundation dan Empire Code untuk menyediakan akses pelatihan ilmu komputer melalui platform FutureReadyASEAN untuk perorangan, khususnya anak-anak dan pasangan mitra pengemudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *