Selain itu, Wali kota perempuan pertama di sejarah pemerintahan kota surabaya ini juga menambahkan, bahwa setiap orang tua wajib melakukan pengarahan kepada anaknya, meskipun telah menginjak usia dewasa. Anak-anak yang dulunya memiliki masalah di lingkungan dengan arahan yang benar mereka mampu mencetak prestasi. Bahkan, anak-anak yang berkebutuhkan khusus, mampu untuk menciptakan karya lukisan yang sudah dipajang di berbagai negara.
Sementara itu, pada Sabtu (29/08/2015) lalu, Wali Kota bersama Kanit Intelkam Polrestabes Surabaya, AKP Alum Asofi, Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan, Kepala Sub Bagian Pembinaan Kejaksaan Kejaksaan Negeri Kota Surabaya, melakukan penandatangan plakat ikrar gerakan nasional anti kekerasan seksual kepada anak, yang dibacakan oleh tim penggerak PKK , tokoh masyarkat, dan LKMK Kota Surabaya.(mnhdi)












