Menariknya, kata mahasiswa Departemen Teknik Komputer ini, pria nomor satu di negara Turki tersebut hanya memberikan trofi kepada tim yang mendapat juara pertama saja dalam perhelatan tingkat dunia ini. “Hal ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi tim kami,” tutur Putu penuh haru.
Putu juga menjelaskan, lomba tersebut merupakan baian dari festival teknologi terbesar yang ada di Turki, yakni Teknofest. Semua produk teknologi canggih dipertunjukkan di ajang tersebut. Mulai dari teknologi pesawat terbang, pesawat jet, kendaraan militer, konsep mobil terbang, dan lain sebagainya.
Putu berharap Tim Bayucaraka ITS nantinya bisa mengikuti perjuangan ilmuwan dunia dari Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie), dalam dunia dirgantara nasional. “Dengan wadah seperti ini, kita bisa berkarya dan membuktikan kepada dunia jika kita juga bisa bersaing,” tandasnya.
*Tim Bayucaraka ITS Diundang Secara Khusus oleh Turkish Aerospace*



