Ditanya mengapa menggunakan kendaraan politik berlogo banteng moncong putih tersebut untuk melangkah maju di Pilwali Surabaya, Lia mengaku PDIP merupakan partai yang solid dan memiliki kaitan sejarah dengan berdiri Kota Surabaya.
“Saya mengambil formulir di partai yang paling dominan di Surabaya, tentunya sebuah partai yang mampu meraih suara signifikan dan telah memiliki banyak kader internal yang sangat mumpuni dan harus di apresiasi,” ujar keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ini.
Selain itu, dikatakan Lia memilih PDI karena permintaan dari beberapa relawannya dan kebanyakan dari tim yang secara sukarela mendukungnya juga kebanyakan memiliki background PDIP.











