“Karena pada akhirnya semua kebijakan, semua analisa ujungnya adalah kepada manusia, kepada penduduk Indonesia. Dengan demikian akurasi data menjadi sangat penting,” kata dia.
Untuk mendukung tingkat akurasi data, menurut Bambang, dalam Sensus Penduduk 2020, BPS akan mulai memanfaatkan big data. Data digital, menurut dia, akan menjadi tren masa depan.
“Karena akan sulit apabila semuanya tergantung pada kuesioner yang sifatnya fisik atau satu per satu. Tentunya akan lebih mudah dan akurat apabila menggunakan basis data digital,” kata Bambang. (wan/an)












