“Ini menarik, Ning Ceria yang putri tokoh PPP dan juga NU, Kyai Masykur Hasyim, bertemu dengan pak Bambang DH. Yang kami suka dari Ning Lia ini adalah ia bisa diterima di semua kalangan. Bahkan beberapa titik yang ia masuki ialah basis banteng, seperti di Karang Gayam dan Bulak Rukem. Kalau sampai Ning Lia bersanding dengan tokoh PDIP nantinya, mana ini sama halnya mengingatkan kita semua dengan fenomena Mega Bintang tahun 1997 lalu. Seingat saya, saat itu, PPP dibawah komando ayahnya Ning Lia ini,” tutur Sudarmanto, mantan pengurus PDIP PAC Gubeng PDIP, Minggu (8/9/19).
Senada dengannya, Fery Aries Susanto, mantan ketua Ranting PDIP Kelurahan Barata Jaya Gubeng, mengakui memang aktivis Fatayat NU tersebut sangat mudah diterima banyak pihak di kalangan bawah.
“Animo orang sangat tinggi. Sampai saya kewalahan dipesani warung-warung yang ingin dipasang banner mbak Lia. Mbak Lia sendiri malah tidak ada instruksi untuk pasang-pasang gambar. Memang murni dari masyarakat yang suka sama beliau. Mungkin karena beliau memang kelihatan sangat merakyat dan gak neko neko. Grapyak, istilahnya,” tukasnya.(mas)



