Menurutnya, setiap OPD tidak mungkin bisa mewujudkan desa mandiri atau desa tertinggal sendirian. Semua OPD harus mampu mendorong terwujudnya seluruh derajat kesejahteraan masyarakat yang ada di desa tertinggal agar lekas mandiri.
Untuk itu, gubernur perempuan pertama di Jatim itu minta kepada peneliti untuk dapat membantu pemetaan detail intervensi yang harus dilakukan oleh pemprov sinergi dengan semua elemen strategis di Jatim khususnya melalui Kuliah Kerja Nyata mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.
Selain itu, forum temu ilmiah ini juga diharapkan dapat membantu pemprov menyediakan data update terkait faktor kendala, peluang, kekuatan dan kelemahan yang seringkali ditemukan di desa tertinggal sembari memberikan referensi terhadap praktek baik suksesnya desa-desa yang mengalami kemajuan sehingga menjadi desa mandiri. Solusi inovatif terkait penurunan kemiskinan di desa juga penting mengingat kemiskinan di desa di Jatim pada maret 2019 masih 14,43 persen. Secara kuantitatif tertinggi di Indonesia.
Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Prof Erani Yustika SE mengatakan ia miliki tiga saran atau rekomendasi untuk Jawa Timur agar bisa mewujudkan 361 desa tertinggal naik kelas menjadi desa mandiri. Menurutnya yang utama harus dilakukan adalah melakukan identifikasi di masing-masing desa tertinggal.
“Tugaskan kepada Bapemas untuk identifikasi kondisi dan data 361 desa tersebut, tentu kerjasama dengan Dinas PMD Kabupaten/kota penting dalam hal ini. Peta desa tertinggal harus jelas, baik potensi dan persoalannya. Sistem informasi itu menjadi modal awal, plus pemahaman yang utuh terhadap konsep Indeks Desa Membangun,” katanya.
Saran kedua adalah ia menyarankan Pemprov Jawa Timur mengundang langsung 361 kepala desa lengkap dengan pendamping desa ke Surabaya. Mereka dikumpulkan jadi satu untuk diberi bekal pengembangan desa selama beberapa hari. “Sebut saja ini semacam Klinik Desa. Dengan mengajak kampus, lembaga riset, dunia usaha BUMN, BUMD, swasta, LSM, dan seterusnya sebagai pemateri. Dengan begitu para kepala desa dan pendamping desa akan dibuat melek pengetahuannya tentang masalah yang dihadapi dan solusi mengatasinya,” tegasnya.



