Petugas sempat mencoba memberikan makan kepada Asman, namun yang bersangkutan masih menolak.
“Perlu pendekatan bertahap agar dia merasa nyaman dulu. Kalau sekarang (baru masuk) biasanya dia mengidentifikasi orang-orang di sekitarnya sebagai musuh,” katanya.
Di Trenggalek, lembaga kesehatan yang menyediakan fasilitas layanan penanganan ODGJ ada dua tempat, yakni di RSUD dr Soedomo dan di Puskesmas Karanganyar, Kecamatan Gandusari.
Jika di RSUD dr Soedomo menyediakan empat kamar dengan tujuh tempat tidur, di Puskesmas Karanganyar disediakan 10 tempat tidur.
Selain kedua tempat itu, ODGJ eks-pasung di Trenggalek juga ada yang dirawat di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtabiin Gunung Kebo.Pasien yang dirawat di sana merupakan ODGJ yang ditolak oleh keluarga. Menurut data Dinsos P3A, ada 40 ODGJ yang dirawat di ponpes ini hingga akhir April 2019. (an/wan)












