Di Jatim hampir setiap daerah bisa menciptakan gamers. Antara lain di Jember, Banyuwangi, Surabaya, Malang, Sidoarjo, dan Madiun. Maka akan lebih baik lagi bila anak-anak seluruh kabupaten/kota di Jatim bisa membuat games dan menjadikan gamers sebagai kegiatan professional. “Menjadi professional dan menjadi atlet berprestasi dari yang amatir. Jadi yang ikut SEA Gamer bukanlah yang profesional tapi yang amatir,” katanya.
Dikatakannya, tugas dari Kominfo yaitu menyediakan infrastruktur, yaitu menyediakan internet yang berkecepatan tinggi, agar nantinya para gamers mudah mengakses internet secara cepat.
Menurut Menteri Kominfo, pemerintah sangat mendukung perkembangan e-sport di Indonesia. Bahkan e-Sport masuk dalam cabang olahraga eksibisi yang dipertandingkan dalam Asian Games 2018.
Kementerian Kominfo juga mendukung pengembangan e-Sport sebagai sarana pengembangan kreativitas. “Harus dibuka untuk anak muda, pemerintah support terus dari sisi infrastruktur. Kalau bisa di Surabaya ada hotspot dengan kapasitas bandwith besar, nanti saya ajak teman operator untuk sponsori,” katanya seraya menyatakan beberapa games e-Sport yang dipertandingkan membutuhkan konektivitas bandwith yang cukup.












