Arief menambahkan bahwa senam gemu famire ini memang sangat digemari dan populer di Surabaya. Bahkan, di tingkat lansia juga ada program senam Gemu Famire.
“Jadi, ini sudah lama populer di Surabaya, sehingga bukan hanya semata-mata karena ada kejadian di Papua akhir-akhir ini,” kata dia.
Ia juga menjelaskan lomba Gemu Famire yang sudah populer di Kota Surabaya ini menunjukkan kepada semua pihak bahwa Surabaya adalah rumah bagi semuanya.
“Surabaya sebagai rumah bersama, menjadi tempat dan berkumpulnya beragam adat, budaya, dan suku bangsa yang ada di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (hadi/cn02)












