“Pas kondisi visibilty di angka 800 meter hanya maskapai Garuda Indonesia saja yang tidak melakukan pendaratan karena saat itu jadwal penerbangan dari Palembang menuju Jambi memang pada pukul 09.00 WIB dan 10.00 WIB untuk maskapai Garuda. Di Jam itu jarak pandang turun 800 meter makanya kembali terbang menuju Palembang. Kalau untuk maskapai lain normal, dan saat ini kondisi maskapai sudah normal tidak ada kendala karena kondisi jarak pandang sudah normal,” ujarnya.
Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi sejak dua hari terakhir ini cukup mengkhawatirkan, pasalnya kondisi kabut asap yang mulai muncul pada pagi, sore dan malam hari itu juga diiringi dengan debu atas dampak dari Karhutla yang ada. Bahkan jarak pandang di Kota Jambi pada pagi hari memang mencapai 5.000 meter hingga turun 800 meter.



