“Harapannya, masyarakat sudah mulai membiasakan diri ketika belanja membawa kantong sendiri,” katanya.
Sosialisasi dan imbauan pembatasan kantong plastik tidak hanya dilakukan di kalangan pengusaha. Sebelumnya, Pemkot Surabaya melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) sudah mendorong para pelajar untuk mengganti kemasan plastik dengan cara membawa tumbler ke sekolah. “Kalau sekolah kita mulai awal sudah, tinggal sekarang tempat-tempat perbelanjaan,” ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya menegaskan akan terus mendorong peran serta masyarakat untuk membangun peradaban baru dunia yang sadar akan lingkungan hidup. Terutama permasalahan sampah plastik yang kian tahun mengalami banyak problematika.












